Nama spesies : Saccharum officinarum L.
Nama lokal : Tebu

Deskripsi :
            Tebu merupakan tanaman monokotil yang sering dimanfaatkan manusia untuk dijadikan gula. Tanaman ini juga tidak memerlukan banyak biaya untuk budidaya dan perbanyakannya. Tebu memiliki tinggi tanaman yang bervariasi yaitu antara 2,5-4m dengan diameter batang beragam mulai dari 4-10 cm (Gambar 1). Helai daunnya berbentuk pita dengan panjang 1–2m dan lebarnya 2–7 cm sesuai dengan varietas masing-masing dan keadaan lingkungan (Naruputro, 2010). Tepi daun dan permukaan daun kasar. Daun-daun yang pertama keluar dari kuncup mempunyai helai yang kecil dengan pelepah yang membungkus batangnya sampai umur 5-6 bulan. Bunga pada tanaman tebu tersusun berupa malai. Tipe penyerbukan pada tanaman ini adalah penyerbukan silang yang secara alami dibantu oleh angin. Pembungaan terjadi setelah tebu mencapai umur dewasa, yaitu antara 12 – 14 bulan (Naruputro, 2010).
            Pada pelepah terdapat telinga dengan pertumbuhan kuat dan kedudukan tegak. Rambut pelepah lebat, condong, panjang 2-3 mm, dan membentuk jalur sempit namun tidak mencapai ujung pelepah daun. Tanaman tebu memiliki akar serabut yang tumbuh di bagian pangkal batang. Di tanah yang subur dan gembur, akar-akar tebu dapat tumbuh menjalar hingga panjangnya dapat mencapai 0,5-1 meter. Akar-akar ini tidak tahan terhadap genangan air, bila terlalu lama tergenang maka akar akan membusuk sehingga tanaman layu dan mati (Yukamgo dan Yuwono, 2007).








Gambar 1. Tebu (Saccharum officinarum L.) (a) habitus, (b) batang, (c) daun,
(d) bunga, (e) pelepah

Habitat dan Distribusi :
            Tanaman tebu termasuk golongan tanaman yang tumbuh di daerah beriklim sedang sampai panas, yaitu terletak di antara 40°LU dan 38°LS. Selama masih dalam fase pertumbuhan, tanaman tebu membutuhkan banyak air akan tetapi setelah tua (6-8 bulan) dan pada saat proses pemasakan/panen (12-14 bulan) tanaman tebu membutuhkan bulan kering dan ini sebaiknya tiba pada saat berakhirnya pertumbuhan vegetatif. Di Indonesia tanaman tebu ditanam di berbagai jenis tanah, misalnya tanah pasir, tanah lempung, tanah masam, dan tanah garaman (Yukamgo dan Yuwono, 2007). Sifat dan keadaan tanah tentu saja mempunyai pengaruh atas tumbuhnya tanaman dan kadar gulanya dalam batang tebu. Hal yang harus diperhatikan adalah tanah harus subur, gembur, kemampuan menahan air, infiltrasi, dan permeabilitas baik. Pertumbuhan tanaman tebu sangat lambat dan produksi gulanya rendah ketika tumbuh di dataran yang terlalu tinggi (lebih dari 1300 meter di atas permukaan laut) (Yukamgo dan Yuwono, 2007).

Kegunaan/Peran :
Tebu terdiri dari sabut dan nira. Nira tebu adalah cairan yang diekstraksi dari batang tanaman tebu dan digunakan untuk menghasil yang namanya gula. Nira tebu sendiri terdiri dari air dan padatan. Padatan ini masih bisa dipisahkan lagi menjadi gula dan bukan gula (Yukamgo dan Yuwono, 2007).

Klasifikasi (Singh, 1999) :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiosperm
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.

Referensi :
Naruputro, A.. 2010. Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di Pabrik Gula Krebet
             Baru, PT. PG. Rajawali I, Malang, Jawa Timur: Dengan Aspek Khusus Mempelajari 
             Produktivitas Tiap Kategori Tanaman. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 
             Bogor
Singh, G.1999. Plant Systematics. Science Publisher, Inc. USA
Yukamgo, E. dan N.W. Yuwono. 2007. Peran Silikon Sebagai Unsur Bermanfaat Pada Tanaman 
             Tebu. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 7(2): 103-116.

Komentar